SEMBELIT PADA LANSIA, INI BEBERAPA PENYEBABNYA
Lansia merupakan proses penuaan dan bukan penyakit. Proses ini ditandai dengan penurunan kemampuan tubuh yang menyebabkan fungsi organ tubuh dan daya tahan tubuh menurun sehingga menimbulkan masalah kesehatan. Perubahan fungsi fisiologis lansia diantaranya penurunan fungsi pencernaan yang dapat menyebabkan konstipasi
WHO menyatakan bahwa penduduk lansia di Indonesia diperkirakan akan mencapai 11,34% dari total populasi pada tahun 2020 atau sekitar 28,8 juta orang sehingga mengakibatkan Indonesia memiliki jumlah lansia terbanyak di dunia. Kejadian konstipasi pada lansia di Indonesia adalah sebesar 3,8% untuk lansia usia 60–69 tahun dan 6,3% pada lansia diatas usia 70 tahun.
Penyebab
- Kurang Asupan Serat
Penelitian yang dilakukan oleh Siti (2014), menunjukkan bahwa lansia yang diberi diit tinggi serat tidak mengalami konstipasi sedangkan lansia yang tidak diberi diit tinggi serat mengalami konstipasi
- Kurang Aktivitas Fisik
Secara fisiologi pada lansia terjadi perubahan masa otot yang menyebabkan berkurangnya kekuatan, ketahanan dan keseimbangan pada lansia. Hal ini mengakibatkan berkurangnya kemampuan lansia dalam melakukan aktifitas dan meningkatnya resiko jatuh pada lansia
- Kurang Konsumsi Air
Kurangnya asupan cairan merupakan salah satu penyebab susah buang air besar atau biasa disebut konstipasi, karenakurangnya asupan cairan dapat mengakibatkan feses yang terbentuk menjadi keras, kering dan sulit untuk dikeluarkan.
DAFTAR PUSTAKA
Sari, A.D.K & Wirjatmadi,B. 2017. Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Konstipasi Pada Lansia Di Kota Madiun. Media Gizi Indonesia. Vol 11 (1).
Sari,K.P & Witoyo,J. 2019. Hubungan Antara Asupan Serat Dan Asupan Air Putih Dengan Kejadian Konstipasi Pada Lansia. Jurnal Keperawatan Terapan. Vol 5 (1).
Sulistiono, J.I.D & Malinti, E. 2019. Frekuensi Asupan Makanan Sumber Serat Dan Kejadian Konstipasi Pada Lansia Advent Dan Non-Advent. Klabat Journal of Nursing. Vol 1.
Sitorus,M & Malinti,E. 2019. Aktivitas Fisik Dan Konstipasi Pada Lansia Advent Di Bandung. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis. Vol 14 (4).